Top News

Footer Ads

Follow Us

FPI Online

FPI Banten - Dalam acara silaturahmi, Front Santri Indonesia sekaligus memperkenalkan FSI sebagai sayap juang organisasi Front Pembela Islam dengan tujuan agar para santri mengetahui sepak terjang dan tantangan santri di era globalisasi untuk tetap teguh dan istiqomah sebagai garda terdepan menciptakan generasi ulama pemimpin negara di masa depan berlandaskan Ahlussunnah Wal Jamaah.


Di dalam acara silaturahmi tersebut dihadiri oleh Kyai Abdurrahman Pamungkas M.Pd (Ketua DPC FPI Sajira), KH. Sa'id (Ketua DPC FPI Leuwidamar), Tubagus Ahmad Quzwini (Ketua PD FSI Banten) dan Ust Syuaebi (Wakil Ketua PD FSI Banten).


Acara yang berlangsung pada Jum'at (25/09/2020) di Pondok Pesantren Al-Mubasyirin, Kec. Sajira, Kab. Lebak Banten alhamdulillah berlangsung secara lancar dan berkah. Semoga FSI semakin terus melebarkan sayapnya untuk mensantrikan banten khususnya menjadi benteng Kuat agama dan negara.








Sumber : Front Santri Indonesia Banten

Kontributor LIF Banten

 

FPI Banten - Tangerang, Kegiatan bersih-bersih demi menjaga lingkungan agar tidak terkena berbagai penyakit termasuk salah satu upaya pencegahan pandemi virus Covid-19 LPI Kabupaten Tangerang berinisiatif untuk membersihkan saluran air di dua masjid.


Dua masjid yang dibersihkan saluran airnya di Masjid Jami' Al Anam Kp. Pabuaran Ds. Dukuh Kec. Cikupa Kabupaten Tangerang Banten dan Masjid Al Mutaqim pada Ahad (20/09/2020)


Semoga dengan adanya kegiatan membersihkan saluran air di dua masjid tersebut dapat membantu mengurangi resiko paparan virus Covid-19. Aamiin.





Sumber : DPW FPI Tangerang

Kontributor LIF Banten

 

Lebak - Musibah angin puting beliung tidak dapat terhindarkan yang membuat banyak rumah warga rusak hingga hancur pada Kamis (17/09/2020) pagi hari tadi di Kp. Cikadongdong Ds. Girimukti Kec. Cimarga Kabupaten Lebak Banten.

Alhamdulillah DPC FPI Cimarga dengan sigap langsung menyalurkan bantuan korban bncana angin puting beliung kepada bapak Uding Samsudin dan bapak Suheli korban bencana angin puting beliung. Bantuan berupa materil tersebut di salurkan langsung oleh ketua DPC FPI Cimarga Ust. Jalaludin Al Ma 'ani atau yang karib disapa Ust. Dede.

Bantuan berupa materil itu disalurkan pada Kamis (17/09/2020). Semoga korban angin puting beliung diberikan ketabahan dan kesabaran atas musibah yang terjadi dan semoga para donatur diberikan kelancaran dan kelapangan rezeki atas bantuannya yang sedikit disalurkan kepada korban.

 


FPI Banteng - Tangerang, Eksekusi penggusuran paksa yang dilakukan aparat terhadap warga Kp Baru Kelurahan Jurumudi Kec Benda Kota Tangerang pada tgl 01 September 2020, menyebabkan banyak harta benda mereka tidak terselamatkan. Psikologi warga korban gusuran sangat terganggu, ketakutan dan trauma juga terlihat pada anak-anak karena mereka menyaksikan langsung penggusuran tersebut.

Melihat kondisi warga yang terdzolimi Front Pembela Islam (FPI) Kota Tangerang menurunkan relawan kemanusiaan Hilal Merah Indonesia (HILMI) yang dibantu Laskar Pembela Islam (LPI), Mujahidah Pembela Islam (MPI) untuk membantu warga dengan membuka posko Dapur Umum FPI. Tujuannya adalah untuk membantu mencukupi kebutuhan warga dengan memberikan makan sebanyak 3 kali sehari, supaya ditengah musibah yang dihadapi warga tetap dalam kondisi sehat. Selain itu juga FPI mengadakan istighosah dan dzikir bersama serta trauma healing untuk anak-anak.

Kurang lebih selama satu minggu Relawan FPI sudah bersama-sama warga semua dilewati bersama-sama dalam suka ataupun duka, membuat FPI semakin dikenal dan dicintai warga.

Dapur Umum untuk Warga Korban Penggusuran Paksa Proyek Tol Jorr II

Selama dalam proses memasak, pada Rabu (09/09/2020) untuk menghilangkan rasa lelah di dapur umum laskar-laskar menyanyikan lagu perjuangan untuk menghibur warga dan bentuk rasa cinta dari FPI supaya tetap semangat dan tidak boleh putus asa.

Bentuk balasan kecintaan warga kepada FPI warga dan anak-anak korban penggusuran membuat layang-layang bertuliskan FPI dan diterbangkan dilokasi penggusuran.

"FPI tetaplah bersama kami dan jangan tinggalkan kami," ungkap salah seorang warga korban penggusuran.




FPI Banten - Tangerang, Diberitakan sebelumnya, sebanyak 27 bidang tanah terdiri dari 72 KK atau 300 jiwa di Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang terdampak proyek Tol JORR II atau Serpong, Kunciran-Bandara Soetta. Sebanyak 22 dari 27 rumah kini telah rata dengan tanah.

Eksekusi pengosongan lahan pada Selasa (1/9/2020) itu sempat diwarnai kericuhan antara warga dan para petugas. Warga berupaya mempertahankan rumahnya saat eksekusi berlangsung dikarenakan uang ganti pembebasan lahan tersebut belum dibayar atau dalam proses konsinyasi.

Setelah viral berita tentang penggusuran ini, banyak warga masyarakat, anggota dewan, elite politik hingga mahasiswa mengirimkan bantuan kepada korban penggusuran lahan pada Rabu, (09/09/2020) berupa makanan siap saji, & sembako. Penyerahan bantuan langsung mereka serahkan ke petugas jaga dapur FPI dimana dapur FPI Kamis lalu sudah berdiri.

“Kami membangun dapur umum untuk mensuplai makanan bagi para korban penggusuran lahan.
Relawan Kemanusiaan (FPI) bahu membahu sebagai bentuk empati pada warga yang memperjuangkan haknya,”
ungkap Ustadz Rahmat Ketua DPC FPI Benda.





FPI Banten - Tangerang, Diberitakan sebelumnya, sebanyak 27 bidang tanah terdiri dari 72 KK atau 300 jiwa di Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang terdampak proyek Tol JORR II atau Serpong, Kunciran-Bandara Soetta. Sebanyak 22 dari 27 rumah kini telah rata dengan tanah.

Eksekusi pengosongan lahan pada Selasa (1/9/2020) itu sempat diwarnai kericuhan antara warga dan para petugas. Warga berupaya mempertahankan rumahnya saat eksekusi berlangsung dikarenakan uang ganti pembebasan lahan tersebut belum dibayar atau dalam proses konsinyasi.

“Hari ini, kami mengajak warga yang terdampak mentalnya karena kejadian penggusuran kemarin, untuk mengikuti kegiatan pengajian & do'a bersama,” jelasnya.

Ia berharap, melalui kegiatan Pengajian & Do'a Bersama yang bakal rutin digelar pada Selasa (08/09/2020) ini mampu mengembalikan dan memulihkan mental mereka agar semakin bertaqwa.

“Kami akan melakukan kegiatan ini secara rutin, selain kegiatan Pengajian, Do'a Bersama & trauma healing, Relawan Kemanusiaan FPI Kota Tangerang juga mendirikan Dapur Umum Terbuka 24 Jam Untuk Mereka Korban Penggusuran," pungkas Ketua DPC FPI Benda.







FPI Banten - Tangerang, Eksekusi lahan di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, tak hanya meninggalkan cerita. Goncangan jiwa atau traumatis juga masih sangat membekas bagi korban terutama pada anak.

Beruntung, banyak kalangan masyarakat yang masih peduli dan tak henti mensupport korban terutama anak-anak yang mengalami traumatis. Bantuan berupa trauma healing pun dirasa perlu untuk para korban dan anaknya.

Demikian hal itu dilakukan oleh para aktivis yang tergabung dalam Relawan Kemanusiaan FPI Kota Tangerang. Sebagai bentuk keprihatinan, Mereka memberikan trauma healing kepada anak-anak korban penggusuran.

Ketua DPW FPI Kota Tangerang KH Ahmad Syaifuddin mengatakan, trauma healing ini diberikan sebagai bentuk dukungan psikologis bagi anak-anak terdampak proyek strategis nasional di Kecamatan Benda, Kota Tangerang.


Adapun trauma healing dipandu langsung oleh Ketua DPW FPI Kota Tangerang serta Istri & Para Pengurus.

Pasca gusuran, menurut Kiyai Ahmad, anak-anak mengalami traumatis lantaran menyaksikan tindakan petugas saat terlibat gesekan dengan warga.

“Hari ini, kami mengajak anak-anak yang terdampak mentalnya karena kejadian penggusuran kemarin, untuk mengikuti kegiatan trauma healing,” jelasnya.

Ia berharap, melalui kegiatan trauma healing yang bakal rutin digelar ini, mampu mengembalikan keceriaan serta memulihkan mental anak-anak.

“Kami akan melakukan kegiatan ini secara rutin, selain kegiatan trauma healing, Relawan Kemanusiaan FPI Kota Tangerang juga mendirikan Dapur umum terbuka 24 jam untuk mereka korban penggusuran," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 27 bidang tanah terdiri dari 72 KK atau 300 jiwa di Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang terdampak proyek Tol JORR II atau Serpong, Kunciran-Bandara Soetta. Sebanyak 22 dari 27 rumah kini telah rata dengan tanah.

Eksekusi pengosongan lahan pada Selasa (1/9/2020) itu sempat diwarnai kericuhan antara warga dan para petugas. Warga berupaya mempertahankan rumahnya saat eksekusi berlangsung dikarenakan uang ganti pembebasan lahan tersebut belum dibayar atau dalam proses konsinyasi.

Facebook