Selasa, 1 Januari 2018

Fpi-Banten.com - Pandeglang,  Relawan FPI-LPI Kab.Bekasi membersihan lumpur dan reruntuhan material pasca Tsunami di Selat Sunda yang diakibatkan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Puluhan bangunan rusak, serta beberapa bangunan yang masih utuh dipenuhi lumpur dan sampah yang hanyut akibat diterjang gelombang, Tak terkecuali Makam yang ditutupi oleh puing-puing bangunan.

Kp.Nelayan yang berada tepat berada di bibir pantai di Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang-Banten dipenuhi serpihan reruntuhan dan material sampah berserakan menyisakan genangan lumpur tebal .

“Alhamdulillah, puluhan relawan FPI-LPI Kab.Bekasi beserta para warga setempat berhasil membersihkan semua sampah yang menutupi bagian dalam Musholla tersebut,” Ungkap Wali LPI Kab.Bekasi.

Bahkan, kata Wali LPI Kab.Bekasi, Para Warga Kp.Nelayan tersebut merasa sangat aneh beserta kagum dengan FPI, karena selama ini yang mereka tau FPI adalah organisasi yang anarkis dan berutal, nyata dan faktanya tidak seperti yang diberitakan oleh media.

“Insya Allah, kami para relawan akan membuka Posko disana untuk menghidupkan kembali dan dan menghilangkan rasa trauma yang dialami oleh warga Kp.Nelayan dengan mengadakan pengajian bersama warga. Karena jika hal tersebut tidak dihidupkan lagi, maka akan menambah rasa trauma masyarakat akan adanya tsunami susulan,” lanjutnya.

Hingga kini masyarakat masih belum berani untuk kembali ke rumah mereka lantaran tebaran isu akan dampak tsunami dari Gunung Anak Krakatau yang kembali memuntahkan laharnya yang akan menimbulkan tsunami kembali.

“Kami berupaya untuk kembali menghidupkan Masjid dan Musholla lagi, lewat sholat berjamaah, pengajian dan sholawat."
Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda