Kamis, 3 Januari 2019

FPI-Banten - Pandeglang, Front Mahasiswa Islam (FMI) adalah Sayap Juang Front Pembela Islam (FPI).

FMI turut andil membuka Posko Kemanusiaan di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang-Banten.
Tak hanya membersihkan puing-puing dan merenovasi mushola, FMI juga menghibur anak-anak korban tsunami banten dikecamatan sumur, pada kamis (3/01) siang.

Roby Alfiansah salah satu relawan dari FMI UIN jakarta menjelaskan, "Korban tsunami banten dirasakan oleh semua umur dan kalangan, dari sekian banyak korban yang selamat ada beberapa dari korban yang menjadi trauma pasca terjadinya tsunami di Banten.

Anak-anak yang mental sikisnya belum stabil cenderung mudah merasakan trauma pasca terjadinya tsunami".

Front mahasiswa islam (FMI) memberikan hiburan kepada anak-anak korban tsunami banten dengan cara  bermain game yang bersifat edukatif, bernyanyi bersama, sholawatan bersama dan tidak lupa memberikan motivasi agar anak-anak korban tsunami banten untuk kembali bangkit dan semangat untuk menjalani hidup dan meraih cita-cita mereka
"Saya sangat terima kasih kepada adik-adik yang telah menghibur anak-anak disini juga bantuan sembako dan pakaian yang telah diberikan ", ujar seorang nenek yang sedang mengantarkan cucunya.

Anak-anak merasa sangat terhibur dan kembali senyum ceria atas hiburan yang diberikan oleh kawan-kawan dari FMI dan juga mereka sangat senang karena mendapatkan susu dan makanan-makanan ringan yang diberikan kepada anak-anak korban tsunami dan juga hadiah dalam permainan yang disajikan kepada anak-anak.

Pasca terjadinya bencana tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018, Front Mahasiswa Islam (FMI) ikut membantu sekaligus menjadi relawan bencana tersebut. Front Mahasiswa Islam (FMI) membuka posko di Kecamatan Sumur, Para korban merasa sangat terbantu kebutuhan sandang dan pangannya dengan adanya posko yang dibuat FMI.Selain

FMI membuka posko, FMI juga menghibur para korban (healing trauma) terutama korban yang masih anak-anak, dengan memberikan edukasi, talkshow, kuis dsb para korban sangat simpati dan ceria.
Ada kisah menarik pada saat healing trauma, diman seorang nenek menangis setelah melihat cucunya mendapatkan hadiah karena telah menjawab pertanyaan dari salah satu anggota FMI, nenek itu terharu melihat cucunya mendapatkan hadiah lalu berkata:
  _"orangtua dia (cucu si ) udah ga ada, terima kasih yaa sudah menghibur kami"_
Setelah mendengar perkataan nenek tersebut para anggota FMI ikut terharu.

Sebarkan Lewat:

Unknown

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda